Selamat Datang Di Website Teknik Sipil Indonesia

Di website ini berbagi tentang ilmu pengetahuan dan informasi tentang Teknik Sipil, Arsitekture atau seputaran Dunia Konstruksi, Silahkan Bookmark website kami dengan menekan ctrl D agar lebih mudah mengakses di kemudian hari :)

Selamat Datang Di Website Teknik Sipil Indonesia

Di website ini berbagi tentang ilmu pengetahuan dan informasi tentang Teknik Sipil, Arsitekture atau seputaran Dunia Konstruksi, Silahkan Bookmark website kami dengan menekan ctrl D agar lebih mudah mengakses di kemudian hari :)

Selamat Datang Di Website Teknik Sipil Indonesia

Di website ini berbagi tentang ilmu pengetahuan dan informasi tentang Teknik Sipil, Arsitekture atau seputaran Dunia Konstruksi, Silahkan Bookmark website kami dengan menekan ctrl D agar lebih mudah mengakses di kemudian hari :)

Selamat Datang Di Website Teknik Sipil Indonesia

Di website ini berbagi tentang ilmu pengetahuan dan informasi tentang Teknik Sipil, Arsitekture atau seputaran Dunia Konstruksi, Silahkan Bookmark website kami dengan menekan ctrl D agar lebih mudah mengakses di kemudian hari :)

Selamat Datang Di Website Teknik Sipil Indonesia

Di website ini berbagi tentang ilmu pengetahuan dan informasi tentang Teknik Sipil, Arsitekture atau seputaran Dunia Konstruksi, Silahkan Bookmark website kami dengan menekan ctrl D agar lebih mudah mengakses di kemudian hari :)

Tampilkan postingan dengan label Konstruksi Bangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konstruksi Bangunan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2015

Rangka Bambu

Rangka Bambu

Tersedianya bambu yang cukup melimpah di sebagian besar belahan bumi dan sifat mekanisnya yang sangat baik (terutama kuat tariknya), membuat bambu cukup menarik dijadikan sebagai bahan alternatif yang murah untuk material bangunan, baik untuk rangka struktur utamanya, rangka atap, dinding bahkan saat ini penelitian terus dilakukan terhadap penggunaan bambu sebagai tulangan beton. 

Kelebihan bambu adalah dapat diperbaharui, mudah tumbuh, relatif lebih murah dari pada baja, dan memiliki kuat tarik yang mendekati kuat tarik baja (200 - 400 Mpa). Salah satu kelemahan bambu adalah tidak meratanya kekuatan bambu di ruas bawah dengan ruas atas (tergantung juga pada umur bambu), diameter bambu yang bervariasi (tergantung jenis bambu) dan sifat bambu yang mudah lapuk dan kembang-susutnya yang tinggi sehingga daya lekatnya dengan beton dapat berkurang. Jadi teknik pengawetan bambu perlu mendapat perhatian lebih jika ingin menggunakan bambu sebagai bahan bangunan. 


Gambar Foto penggunaan bambu untuk rangka bangunan gedung



Berikut tabel kuat lentur bambu berdasarkan pengujian yang tealah dilakukan di beberapa negara.

Tabel Kuat Lentur Bambu

Year
Height
SG
MOR (MPa)
MOE (MPa)

Bottom
0.49
110.3
7770
One
Middle
0.53
119.3
8680

Top
0.54
117.2
8929

Bottom
0.70
151.0
10039
Three
Middle
0.71
151.7
10122

Top
0.72
160.6
10397

Bottom
0.75
186.2
13162
Five
Middle
0.78
184.8
13410

Top
0.76
183.4
13307



Rangka Kayu

Rangka Kayu

Penggunaan sistem rangka kaya biasanya terbatas pada bangunan yang relatif tidak terlalu besar. Pemilihan material kayu saat ini lebih pada pertimbangan aspek estetika karena tampilannya yang natural, walaupun saat ini harga kayu melonjak cukup tinggi, karena semakin langkanya kayu dan adanya isu lingkungan (terbabatnya hutan yang memberikan kontribusi besar pada pemanasan global). Kayu juga banyak digunakan untuk pembuatan rumah dengan sistem knock-down. 

Sistem lantai balok dan papan kayu secara tipikal digunakan dengan grid penopang terdiri dari kolom atau tiang untuk membentuk rangka struktur. Menggunakan bagian-bagian struktural yang lebih besar tapi lebih sedikit sehingga dapat membentangi jarak yang lebih panjang yang berarti lebih hemat dalam biaya material dan pekerja.

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian pada struktur rangka kayu:

  • Rangka balok papan paling efektif untuk menahan beban sedang yang terdistribusi merata sedangkan beban terpusat memerlukan rangka tambahan.

  • Ketika sistem struktural dibiarkan terekspos, perhatian harus diberikan pada jenis dan mutu kayu yang digunakan, detail sambungan khususnya pada koneksi balok-ke balok dan balok ke kolom dan kualitas pekerjaan.

  • Rangka balok-papan dapat digolongkan sebagai konstruksi kayu berat jika strukturnya ditopang oleh dinding eksterior tahan api, serta anggota bagiannya dan deknya memenuhi syarat minimal yang dispesifikasikan dalam peraturan kode bangunan.

  • Kelemahan sistem lantai balok-papan adalah rentan terhadap transmisi suara dan kurang tersedianya ruang untuk insulasi termal, saluran pemipaan, kabel dan saluran lainnya.



Gambar Tampak samping sistem lantai rangka kayu 



Gambar Perspektif sistem rangka kayu

Rangka Beton Bertulang


Rangka Beton Bertulang

Penggunaan beton bertulang dalam konstruksi gedung sudah umum dilakukan. Beberapa keuntungan menggunakan beton bertulang antara lain: kekuatannya menahan beban yang sangat tinggi, mudah dibentuk sesuai kebutuhan, keawetannya, dan ketahanan terhadap api yang lebih baik dari struktur baja (karena adanya selimut beton yang melindungi tulangan baja di dalamnya). Salah satu kekurangannya adalah bervariasinya kuat tekan beton yang sangat dipengaruhi oleh jenis, kualitas, dan komposisi material pembentuknya (aggregat, semen dan air), serta cara pengerjaannya. Oleh sebab itu, kontrol kualitas beton biasanya cukup ketat baik dalam proses pengadukannya, pengecorannya serta perawatan setelah dicor. Biasanya dalam spesifikasi teknis suatu bangunan yang akan dilaksanakan, dipersyaratkan perlunya pengujian mutu beton agar kuat tekan beton sesuai dengan yang direncanakan.

Lokasi pembuatan beton dapat dilakukan pada site proyek, atau dapat juga dengan memesan beton yang sudah jadi (ready mix). Proses pembentukan struktur beton bertulang dapat dilakukan di tempat, atau dapat juga menggunakan beton precast (memesan sudah jadi sesuai dimensi yang ditentukan). Ditinjau dari sistem penulangannya, dikenal beton bertulang biasa dan beton prategang (prestressed).



Gambar Penulangan balok dan kolom eksternal






Gambar Penulangan balok dan kolom Internal

Struktur Rangka Baja


STRUKTUR RANGKA

Struktur rangka bangunan berfungsi untuk meneruskan beban vertikal maupun beban horizontal, baik berupa beban tetap, beban hidup maupun beban sementara (misalnya: gempa dan angin) ke tanah. Strukur rangka ini, untuk bangunan bertingkat terdiri dari sistem lantai (plat dan balok) yang di topang oleh kolom, untuk selanjutnya diteruskan ke pondasi. Material yang digunakan bisa terbuat dari baja, beton bertulang atau kayu untuk bangunan sederhana. Karena peranannya yang sangat vital bagi berdirinya suatu bangunan, struktur rangka harus direncanakan dengan cermat mengikuti kaidah-kaidah mekanika teknik dengan memperhatikan faktor keamanan disamping faktor ekonomis.

Rangka Baja

Struktur rangka baja terdiri dari balok induk, balok anak dan kolom baja struktural yang digunakan untuk membangun rangka bermacam-macam struktur mencakup bangunan satu lantai sampai gedung pencakar langit. Karena baja struktural sulit dikerjakan pada lokasi (on-site), maka biasanya dipotong, dibentuk, dan dilubangi dalam pabrik sesuai spesifikasi desain, hasilnya berupa konstruksi rangka struktural yang relatif cepat dan akurat.

Baja struktural dapat dibiarkan terekspos pada konstruksi tahan api yang tidak terlindungi, tapi karena baja dapat kehilangan kekuatan secara drastis karena api, pelapis anti api dibutuhkan untuk memenuhi kualifikasi sebagai tahan api. Pada kondisi terekspos, ketahanan terhadap korosi juga dibutuhkan.

Rangka baja paling efisien ketika balok induk dan balok anak diletakkan pada grid yang beraturan. Ketahanan terhadap angin lateral atau gaya gempa bumi membutuhkan penggunaan dinding geser (shear wall), pengaku diagonal (bracing) atau rangka kaku dengan koneksi penahan momen.



Gambar Struktur Rangka Baja




Gambar Struktur Balok dan Kolom Baja





Gambar Berbagai macam bentuk sambungan baja

Kamis, 14 Mei 2015

Pondasi Adalah

Pondasi

Pondasi adalah bagian terbawah dari sebuah bangunan - sedangkan substruktur - dibangun sebagian atau seluruhnya di bawah permukaan tanah. Fungsi utamanya adalah menopang dan mengangkur superstruktur di atasnya dan menyalurkan beban-beban dengan aman ke dalam tanah. Karena berfungsi sebagai mata rantai yang penting dalam mendistribusikan beban bangunan, sistem pondasi harus didesain untuk mengakomodasi bentuk dan layout superstruktur di atasnya dan me­respon variasi kondisi tanah, batu, dan air di bawahnya.

Beban utama pada pondasi adalah kombinasi dari beban hidup dan beban mati yang bekerja secara vertikal pada superstruktur Untuk tambahan, sebuah sistem pondasi harus mengangkur superstruktur dari pergeseran, pembelokan dan pengangkatan akibat gaya angin, menahan gerakan tanah mendadak akibat gempa dan menahan tekanan akibat massa tanah di sekitarnya dan air tanah pada dinding-dinding basemen. Dalam beberapa kasus, sebuah sistem pondasi juga harus me­nahan daya tolak dari struktur lengkung atau struktur tegang.

Pondasi harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut

  • Bentuk dan strukturnya harus menunjukkan suatu struktur yang kokoh dan kuat untuk mendukung beban bangunan di atasnya.
  • Pondasi harus dibuat dari bahan yang tahan lama (awet) dan tidak mudah hancur (kuat), sehingga kerusakan pondasi tidak mendahului kerusakan bagian banguran di atasnya.
  • Tidak boleh mudah terpengaruh oleh keadaan di luar pondasi, misalnya keadaan (kondisi) air tanah dan lain-lain.
  • Pondasi harus terletak diatas tanah dasar yang cukup keras sehingga kedudukan pondasi tidak mudah bergerak (berubah), baik bergerak ke samping, bergerak ke bawah (turun) atau mengguling

Senin, 11 Mei 2015

Sistem Bangunan


Sebuah sistem dapat didefinisikan sebagai suatu susunan bagian-bagian yang saling berhubungan atau saling tergantung satu sama lain yang membentuk sebuah kesatuan kompleks dan berlaku untuk satu fungsi. Sebuah bangunan dapat diartikan sebagai wujud fisik dari beberapa sistem dan subsistem yang saling berhubungan, terkoordinasi, terintegrasi satu sama lain sekaligus dengan wujud tiga dimensinya, serta organisasi spasialnya secara utuh.



Sistem struktural sebuah bangunan dirancang dan dikonstruksi untuk dapat menyokong dan menyalurkan gaya gravitasi dan beban lateral ke tanah dengan aman tanpa melampaui beban yang diizinkan atau yang dapat ditanggung oleh bagian­-bagian sistem struktur itu sendiri.
·         Substruktur atau struktur bawah: adalah struktur dasar yang membentuk fondasi sebuah bangunan.
·         Struktur: berupa kolom, balok, dan dinding penopang menyokong struktur lantai dan atap.
·         Superstruktur atau struktur atas: adalah perpanjangan vertikal bangunan di atas fondasi.
Dari elemen-elemen bangunan tersebut diatas, selanjutnya dapat disusun sedemikian sehingga sesuai dengan fungsinya masing-masing dan seefisien mungkin, karena elemen yang satu terhadap yang lain saling berkaitan menjadi satu kesatuan yaitu yang disebut gedung atau rumah.

Sistem selubung merupakan cangkang atau selimut bangunan yang terdiri dari atap, dinding eksterior,  jendela,  dan pintu.
·         Atap dan dinding eksterior melindungi ruang­-ruang interior dari cuaca, mengkontrol kelembaban, panas, dan aliran udara dengan susunan lapisan komponen konstruksi.
·         Dinding eksterior dan atap juga meredam kebisingan, serta memberikan keamanan dan privasi bagi penghuni bangunan.
·         Pintu memberikan akses fisik.
·         Jendela memberikan akses terhadap cahaya, udara, dan pemandangan.
·         Dinding interior dan partisi membagi ruang interior bangunan menjadi satuan ruang-ruang yang lebih kecil.

Sistem mekanikal bangunan memberikan pelayanan yang penting bagi bangunan, diantaranya:
·         Sistem pasokan air menyediakan air untuk konsumsi dan sanitasi penghuni.
·         Sistem pembuangan air membuang limbah cair dan zat organik ke luar bangunan.
·         Sistem pemanas, ventilasi, dan AC (air ­conditioning) mengkondisikan keadaan ruang interior untuk kenyamanan penghuni.
·         Sistem elektrikal mengendalikan, mengukur, melindungi sumber daya listrik bangunan dan men­distribusikannya dengan aman untuk memenuhi kebutuhan .
·         Sistem penerangan, keamanan, dan komunikasi.
·         Sistem transportasi vertikal (lift) membawa crane dan barang dari satu lantai ke lantai lain dalam bangunan bertingkat sedang Ban tinggi.
·         Sistem kebakaran mendeteksi dan memadamkan api.

·         Struktur bangunan bertingkat tinggi mungkin memerlukan sistem pembuangan limbah serta sistem daur ulang.

Pengertian Konstruksi Bangunan




Konstruksi Bangunan terdiri dari dua suku kata yaitu konstruksi (construction) yang berarti membangun, sedangkan bangunan yang berarti suatu benda yang dibangun atau didirikan untuk kepentingan manusia dengan tuj«an, biaya dan waktu tertentu. Konstruksi bangunan berarti suatu cara atau teknik membuat/mendirikan bangunan agar memenuhi syarat kuat, awet, indah, fungsional dan ekonomis.
Dalam kehidupan sehari-hari kata konstruksi sering disamakan dengan kata struktur seperti struktur kayu dengan konstruksi kayu, struktur baja dengan konstruksi baja, dan lain-lain. Kata struktur berarti susunan dari beberapa elemen (benda) yang membentuk suatu kesatuan yang utuh. Jadi kata struktur berarti benda sedangkan konstruksi berarti teknik atau cara membuat (rekayasa).

Bangunan dikelompokkan kedalam 4 kelompok yaitu:
1.      Bangunan Gedung yaitu: kantor, rumah sakit, hotel, rumah dan lain-lain.
2.      Bangunan Transportasi yaitu: jalan, jembatan, rel kereta api, terminal, pelabuhan, lapangan terbang dan sebagainya.
3.      Bangunan Air yaitu: bendungan, saluran irigasi, saluran drainase, bangunan bagi, gorong-gorong dan sebagainya.
4.      Bangunan khusus yaitu: anjungan lepas pantai, menara jaringan listrik tegangan tinggi, menara pemancar radio, TV dan sebagainya.

Pada tulisan ini, hanya akan dibahas bangunan transpotasi, bangunan air dan bangunan gedung. Secara umum konstruksi bangunan harus memenuhi 5 syarat yaitu:

1.      Kuat dan awet, dalam arti tidak mudah rusak sehingga biaya pemeliharaan relatip menjadi murah.
2.      Fungsional, dalam arti bentuk, ukuran dan organisasi ruangan mememihi kebutuhan sesuai dengan fungsinya.
3.      Indah, dalam arti bentuknya enak dipandang mata .
4.      Hygienis, dalam arti sirkulasi udara dan cahayanya cukup sehingga penghuninya merasa nyaman dan sehat.

5.      Ekonomis, dalam arti tidak terdapat pemborosan sehingga pembiayaan menjadi relatif efisien dan efektif.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Recent Posts